Rabu, 05 Maret 2014

uas th 2013/2014 hukum administrasi negara

UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) – TAHUN
AKADEMIK 2013/2014
HUKUM ADMINISTRASI NEGARA
PROGRAM STUDI : ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL –
UNISFAT DEMAK

 


1. Tugas pemerintahan adalah tugas-tugas Negara yang dilimpahkan atau dibebankan kepada
pemerintah guna mencapai tujuan negara. Tugas tersebut meliputi berbagai
bidang, diantaranya bidang administrasi negara. Bagaimana tugas dan fungsi
pemerintah dalam bidang administrasi negara?
2. Sistem Pemerintahan Daerah
      a. Bagaimana dasar hukum pemerintahan daerah di Indonesia?
      b. Terdapat beberapa asas dalam pemerintahan daerah,
diantaranya asas desentralisasi, asas dekonsentrasi dan asas tugas pembantuan (Medebewind). Apa yang dimaksud dengan
asas-asas tersebut?
3. Dalam menganalisa kepentingan umum (public need) terdapat beberapa teori seperti : teori keamanan, teori sejahtera,  teori efisiensi hidup dan teori kemakmuran
bersama. Pilih salah satu dari teori tersebut dan jelaskan!
4. Bagaimanaperbedaan Hukum Tata Negara dengan Hukum Administrasi Negara?
5. Dalam Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN), persoalan atau sengketa-sengketa apa sajakah yang
diselesaikan didalamnya?

                                                        jawaban



1.      Tugas dan fungsi pemerintah dalam bidang administrasi negara antara lain :
Þ    Tugas :
Melaksanakan tugas pemerintahan di bidang administrasi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
Þ    Fungsi :
1.      Pengkajian dan Penyusunan kebijakan nasional tertentu di bidang administrasi negara
2. Pengkajian administrasi negara di bidang kebijakan reformasi administrasi, desentralisasi dan otonomi daerah, sistem administrasi negara, dan hukum administrasi negara
3.   Pengembangan inovasi administrasi negara di bidang tata pemerintahan, pelayanan publik, serta kelembagaan dan sumber daya aparatur
4.    Pemberian fasilitasi dan pembinaan terhadap kegiatan instansi Pemerintah di bidang administrasi negara
5.     Pembinaan, penjaminan mutu, dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya aparatur negara
6.      Pembinaan jabatan fungsional tertentu yang menjadi kewenangan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
7.      Pengembangan kapasitas administrasi negara
8.    Pembinaan dan penyelenggaraan dukungan administrasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.

2.      Sistem Pemerintah Daerah.
a.       Dasar hukum pemerintah daerah di Indonesia adalah :
·         Undang Undang Dasar Tahu 1945
·         Ketetapan MPR RI
·         Undang-Undang
b.      Yang dimaksud dengan asas-asas :
·         Asas Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengurus daerahnya sendiri
·         Asas Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang pemerintah pusat kepada pemerintah daerah tetapi menjadi tanggung jawab pemerintah pusat
·         Asas Tugas Pembantu adalah pemerintah daerah untuk ikut melaksanakan peraturan-peraturan perundangan bukan saja yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, tetapi juga diterapkan oleh pemerintah daerah atau pemerintah yang mengurus daerahnya sendiri.

3.      Teori Keamanan, merupakan topik yang luas, keadaan bebas dari bahaya baik fisik maupun finansial, misalnya kejahatan, kecelakaan dll.


4.      Perbedaan Hukum Tata Negara dengan Hukum Administrasi Negara :
Hukum Tata Negara lebih berfokus pada Konstitusi dari pada Negara secara keseluruhan, tetapi kalau Hukum Administrasi Negara menitikberatkan pada administrasi dari Negara.

5.      Persoalan yang diselesaikan dalam Peradilan Tata Usaha Negara adalah bidang Tata Usaha Negara antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau pejabat Tata Usaha Negara baik ditingkat pusat maupun daerah.

Minggu, 22 Desember 2013

Laporan KKL inez



TUGAS LAPORAN KKL

SISTEM MANAJEMEN OPERASIONAL PT KOSMETIKATAMA SUPER INDAH TERHADAP PENGENDALIAN KERJA PADA TAHUN 2013



NAMA PENYUSUN:
KELOMPOK III

                        NAMA                                               NIM

M KHAFIDIN                   :                  A.1.4.12.0037
LAILATUS SA’AH          :                  A.1.4.12.0023
IDA MASRUROH            :                  A.1.4.12.0027
INAYATUS SHOLIHAH  :                A.1.4.12.0012
NILAI ANA                      :                  A.1.4.11.0008




              UNIVERSITAS SULTAN FATAH
                    Jl. Diponegoro No.1 B Jogoloyo Demak
2013



LEMBAR PENGESAHAN

Laporan pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa jurusan administrasi negara Fakultas Ekonomi dan  ilmu sosial Unoversitas Sultan Fatah Demak angkatan 2012 tahun 2013 di PT KOSMETIKATAMA SUPER INDAH ini disahkan pada:

Hari                 :
Tanggal           :


Mengesahkan,

Dosen Pembimbing I



.Drs.nor kholis.M.Pd

                        Dosen Pembimbing II





Mengetahui
           Ketua Jurusan Administrasi Negara



Abdul syakur,S.Sos.M.Si.






KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT, karena dengan karunia-Nya kami dapat menyelesaiakan laporan yang berjudul “management operational”. Meskipun banyak hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya.
Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah membantu dan membimbing kami dalam mengerjakan tugas laporan manajemen operasional ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang bekerja keras untuk melengkapi bahan laporan dan juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan laporan ini.
Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada pembaca dari hasil pembuatan laporan ini. Karena itu kami berharap semoga laporan ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.
Kami menyadari bahwa dalam menyusun laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna sempurnanya laporan ini. Kami berharap semoga laporan ini bisa bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
  





Demak,   November 2013


                                                                                                                       Penyusun

                                                                


                                       BAB I
PENDAHULUAN

A.LatarBelakang
Suatu perusahaan didirikan tentunya disertai dengan harapan bahwa kelak di kemudian hari akan mengalami perkembangan yang pesat. Apapun lingkup usaha yang dikelola dari perusahaan tersebut serta bagaimanapun bentuk dari perusahaan itu didirikan.Harapan yang cerah di kemudian hari merupakan salah satu dasar mengambil tindakan-tindakan yang dianggap di perlukan sekarang.Dalam pembuatan usaha baru, perusahaan-perusahaan ini mempunyai beberapa kesulitan dalam melaksanakan kegiatan operasinya, sehingga dalam perusahaan tersebut akan sangat menghambat dalam pengembangannya.
Mendirikan suatu perusahaan bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah.Namun demikian untuk memelihara dan mengembangkan perusahaan yang sudah didirikan tersebut merupakan suatu pekerjaan yang jauh lebih berat, karena akan menyangkut berbagai macam masalah yang lebih banyak dan banyaknya tantangan untuk mempertahankan konsistensi perusahaan tersebut karena masalah yang datang akan datang silih berganti. Persoalan akan selalu muncul baik yang berasal dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan tersebut. Untuk mempertahankan perusahaan tersebut berjalan dengan konsisten, maka perusahaan tersebut sebaiknya tidak lari atau menghindar dari tiap masalah yang  menimpa perusahaan tersebut.
Perusahaan harus bisa menyelesaikan tiap-tiap masalah yang dihadapi oleh perusahan tersebut tidak menghindari masalah apalagi harus lari karena apabila perusahaan melakukan seperti itu maka akan berakibat fatal bagi perusahaan tersebut. Akibat yang fatal yang dimaksud adalah menumpuknya masalah yang dihadapi oleh perusahaan tersebut yang hingga pada akhirnya perusahaan tersebut tidak dapat lagi menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Ketika masalah dalam perusahaan sudah tak dapat diatasi maka perusahaan tersebut akan menunggu waktu kebangkrutan atau penutupan dari perusahaan itu sendiri karena tidak mampu menyelesaikan masalah-masalah yang telah di hadapi perusahaan tersebut.

                                                  BAB II
LANDASAN TEORI
Dalam bab ini dibahas mengenai landasan-landasan teori yang digunakan sebagai dasar dari penulisan skripsi yang berhubungan dengan Sistem Informasi, Managemen Sumber Daya Manusia, serta Analisis dan Perancangan Berorientasi Objek.
Kuliah Kerja Lapangan ini bertujuan  memberi bekal keterampilan dan pengetahuan bagi para mahasiswa, berkenaan dengan konsep dan teori  yang ada dilapangan sebelum terjun  langsung dalam dunia kerja yang sebenarnya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan potensi para mahasiswanya untuk mampu  bersaing dalam dunia kerja. Adapun tujuan KKL lainnya antara lain: 
·         Mengembangkan wawasan dan pengetahuan secara langsung tentang dunia kerja yang sebenarnya. 
·         Mahasiswa dapat mencocokkan teori yang telah didapat di bangku perkuliahan dengan keadaan yang sebenarnya. 
·         Mahasiswa dapat menambah pengetahuan tentang Manajemen diperusahaan

Kegiatan KKL Terpadu Jurusan Administrasi Negara  Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Sultan Fatah Demak angkatan 2012 tahun 2013 yang dilaksanakan di PT KOSMETIKATAMA SUPER INDAH ini mempunyai manfaat :

·         Menambah wawasan dan pengetahuan yang tak terhingga megenai manajemen perusahaan.
·         Mempunyai pengalaman di obyek KKL
·         Menjalin hubungan kerjasama yang baik antara Universitas Sultan Fatah Demak khususnya Fakultas Eonomi dan Ilmu Sosial dengan PT KOSMETIKATAMA SUPER INDAH Malang

Tempat Dan Waktu Pelaksanaan.
KKL Terpadu ini dilaksanakan pada:
Hari dan Tanggal        : Sabtu, 26 Oktober 2013
Pukul                                       : 08.00 – 12.00 WIB
Tempat                        : PT KOSMETIKATAMA SUPER INDAH Malang

   BAB III
PEMBAHASAN
A.   PERENCANAAN SISTEM PRODUKSI
Manajemen produksi merupakan proses kegiatan untuk mengadakan kegiatan-kegiatan: perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), pengkoordinasian (coordinate) dari proses produksi. Selain itu manajemen produksi didefinisikan juga sebagai  usaha pengelolaan  dengan cara optimal terhadap faktor-faktor produksi atau sumber seperti manusia, tenaga kerja, mesin dan bahan baku yang ada. Tujuan Manajemen Produksi adalah memproduksi atau mengatur produksi barang-barang dan jasa-jasa dalam jumlah, kualitas, harga, waktu serta tempat tertentu sesuai dengan kebutuhan.
Kegiatan perencanaan produksi sebagai salah satu bagian dari manajemen produksi sangat menentukan bagaimana suatu produksi berjalan. Tujuan dari perencanaan produksi harus tegas, jelas dan mudah dimengerti. Seringkali perencanaan harus mengalami perubahan, oleh karena itu perencanaan harus besifat luwes dan terbuka untuk dapat dirubah bila diperlukan.  Sifat luwes ini mengakibatkan pelaksanaan kegiatannya harus dimonitor dan dikendalikan terus menerus yang disesuaikan dengan kondisi yang ada namun perencanaan harus tetap pada tujuan yang ditetapkan.
Perencanaan juga merupakan fungsi  pemilihan langkah-langkah apa yang harus dilakukan, siapa yang melakukan dan kapan aktivitasnya dilaksanakan. Karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhinya maka  perencanaan harus dibuat ketat namun tidak kaku, artinya dapat dirubah sewaktu-waktu . Tapi  perlu diperhatikan baik-baik agar tidak menimbulkan kesulitan. Perencanaan berawal dari suatu hasil pemikiran yang rasional dimana di dalamnya terdapat dugaan/perkiraan, perhitungan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai pada masa yang akan datang. Selain suatu perencanaan harus memiliki   tujuan yang jelas dan mudah dimengerti, maka perencanaan harus terukur  dan mempunyai standard tertentu.
Perencanaan bisa juga dianggap sebagai tahap persiapan / tindakan pendahuluan sehingga dapat mulai dipikirkan  penyimpangan yang mungkin terjadi
Perencanaan produksi (Production Planning) adalah salah satu dari berbagai macam bentuk perencanaan yaitu suatu kegiatan pendahuluan atas proses produksi yang akan dilaksanakan dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan.
Perencanaan produksi sangat erat kaitannya dengan pengendalian persediaan sehingga sebagian besar perusahaan manufacture menempatkan fungsi perencanaan dan pengendalian persediaan dalamsatu kesatuan. Ditinjau dari bentuk industri, perencanaan produksi suatu perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya terdapat perbedaan. Banyak hal yang menyebabkan perbedaan tersebut, bahkan pada perusahaan yang sejenis.
Tujuan produksi bagi perusahaan adalah barang dengan spesifikasi tertentu memenuhi permintaan pelanggan. Tujuan tersebut dituangkan dalam Order Confirmation yang dibuat oleh bagian penjualan. Dengan demikian dapat disimpulkan tujuan produksi sepenuhnya  dirumuskan oleh sales department, berdasarkan order yang telah diterima. Karena tujuan produksi dirumuskan berdasarkan order yang telah diterima maka dalam fungsi perencanan produksi pengaruh forecasting pada sistem perencanaan produksi dapat dikatakan tidak signifikan. Untuk mencapai tujuan, khususnya dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan perusahaan perlu menyediakan fasilitas komunikasi  dan sistem informasi yang mendukung sistem pengolahan data terdistribusi. Program aplikasi database management system yang terintegrasi dengan sistem lainnya di lingkungan perusahaan sehinngga bagian perencanaan produksi dan pengendalian persediaan memiliki sarana yang cukup handal yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang relatif singkat. Bagian perencanaan dengan  mudah dapat mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam menyusun perencanaan produksi.
Agar masing-masing fungsi yang terdapat dalam Sistem perencanaan dan bagian terkait dengan sistem perencanaan produksi dapat menjalankan kerja dan tanggungjawabnya sesuai  dengan sistem, maka setiap  personal  disyaratkan mengenal sistem akuntansi komputer dan procedure yang diterapkan.  Dengan demikian efektifitas kerja dapat ditingkatkan.
 usaha mencapai tujuan perencanaan produksi terdapat berbagai macam permasalahan sesuai dengan proses yang akan dilaksanakan, kemudian dirumuskan bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan secara efektif dan efisien serta bagaimana cara pengendaliannya.  Keberhasilan dalam membuat perencanaan produksi dan pencapaiannya tidak hanya tergantung pada organisasi  bagian perencanaan itu sendiri, melainkan sangat tergantung pada struktur organisasi secara keseluruhan dan sistem  yang diterapkan.
Kegagalan dapat terjadi akibat kesalahan dalam penggunaan sistem informasi tidak efektif, bahkan sering terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan akibat tidak memahami informasi yang ditampilkan  oleh sistem informasi yang tersedia. Manajer bagian prencanaan mutlak harus memahami sistem informasi yang digunakan, karena sistem informasi yang digunakan adalah berbasis komputer maka manajer bagian perencanaan produksi dan pengendalian persediaan serta bagian yang terkait langsung dengan bagian tersebut harus memahami dan mengerti sistem komputer yang digunakan. Jika tidak maka terbuka peluang untuk mengambil keputusan-keputusan yang keliru. Kelancaran proses produksi ditentukan oleh tingkat kematangan penjadwalan produksi. Dalam menyusun perencanaan harus memperhatikan berbagai element dari berbagai bagian sehingga sangat memerlukan sistem yang terintegrasi dan harus didukung dengan fasilitas yang memadai.
Perencanaan produksi dituntut harus lebih besifat (sales oriented) namun di sisi lain tanpa mengabaikan efisiensi dan kelancaran proses produksi.Kemampuan sumber daya manusia sangat tergantung pada sistem yang diterapkan.  Tidak jarang orang yang mampu tidak dapat berbuat karena terikat oleh sistem dan fasilitas yang tersedia. Pembagian tugas dan tanggung jawab harus jelas dan dilakukan pengukuran efektifitas kerja. (Standard operational process) dan (Standard Instruction Process) harus dipahami oleh bagian operasional dan juga bagian perencanaan.
Perencanaan produksi sangat tergantung pada kapasitas, jenis perusahaan, sumberdaya  dan jenis produksi yang dikerjakan. Berdasarkan hal tersebut perusahaan yang mengerjakan order yang terputus-pustus berdasarkan permintaan pelanggan yang pemenuhannya pada waktu yang akan datang,  tingkat kesulitan dalam menyusun perencanaan jauh lebih sulit  dibanding perusahaan yang mengerjakan produksi continue. Pengukuran keberhasilan perencanaan tidak tepat untuk dibandingkan dengan perusahaan lain karena perbedaan kelengkapan, kapasitas dan sumberdaya  apalagi dibanding dengan perusahaan lain yang tidak sejenis.
Mendirikan sebuah usaha bukan merupakan perkara yang mudah. Namun menjaga dan memelihara usaha yang kita dirikan jauh lebih berat daripada mendirikannya. Hal tersebut dikarenakan menyangkut segala macam masalah yang lebih banyak dan lebih rumit serta tantangan yang akan muncul secara silih berganti. Tantangan tersebut tidak hanya muncul dari dalam perusahaan itu sendiri melainkan juga dari luar perusahaan. Untuk mempertahankan kelangsungan usaha yang kita dirikan tersebut segala persoalan dan tantangan yang muncul harus diselesaikan dengan dan sebaik mungkin.
Sistem merupakan suatu rangkaian dari beberapa elemen yang saling berhubungan dan saling menunjang antara satu dengan yang lainnya untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan sistem produksi merupakan gabungan dari beberapa unit atau elemen yang saling berhubungan dan saling menunjang untuk melaksanakan proses produksi. Dan beberapa elemen tersebut antara lain adalah produk perusahaan, lokasi pabrik, letak fasilitas produksi, lingkungan kerja dari para karyawan serta standar produksi yang digunakan dalam perusahaan tersebut.
1.     Perencanaan Produk
Fungsi Perencanaan Produksi
          Perencanaan produksi (Production Planning) adalah salah satu dari berbagai macam bentuk perencanaan yaitu suatu kegiatan pendahuluan atas proses produksi yang akan dilaksanakan dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan.                                                                                      
          Perencanaan produksi sangat erat kaitannya dengan pengendalian persediaan sehingga sebagian besar perusahaan manufacture menempatkan fungsi perencanaan dan pengendalian persediaan dalam satu kesatuan.
Ditinjau dari bentuk industri, perencanaan produksi suatu perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya terdapat perbedaan. Banyak hal yang menyebabkan perbedaan tersebut, bahkan pada perusahaan yang sejenis.
Tujuan produksi bagi perusahaan adalah barang dengan spesifikasi tertentu memenuhi permintaan pelanggan. Tujuan tersebut dituangkan dalam Order Confirmation yang dibuat oleh bagian penjualan. Dengan demikian dapat disimpulkan tujuan produksi sepenuhnya  dirumuskan oleh sales department, berdasarkan order yang telah diterima. Karena tujuan produksi dirumuskan berdasarkan order yang telah diterima maka dalam fungsi perencanan produksi pengaruh forecasting pada sistem perencanaan produksi dapat dikatakan tidak signifikan.
            Untuk mencapai tujuan, khususnya dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan perusahaan perlu menyediakan fasilitas komunikasi  dan sistem informasi yang mendukung sistem pengolahan data terdistribusi. Program aplikasi database management system yang terintegrasi dengan sistem lainnya di lingkungan perusahaan sehinngga bagian perencanaan produksi dan pengendalian persediaan memiliki sarana yang cukup handal yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang relatif singkat. Bagian perencanaan dengan  mudah dapat mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam menyusun perencanaan produksi.
Agar masing-masing fungsi yang terdapat dalam Sistem perencanaan dan bagian terkait dengan sistem perencanaan produksi dapat menjalankan kerja dan tanggungjawabnya sesuai  dengan sistem, maka setiap  personal  disyaratkan mengenal sistem akuntansi komputer dan procedure yang diterapkan.  Dengan demikian efektifitas kerja dapat ditingkatkan.
            Dalam usaha mencapai tujuan perencanaan produksi terdapat berbagai macam permasalahan sesuai dengan proses yang akan dilaksanakan, kemudian dirumuskan bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan secara efektif dan efisien serta bagaimana cara pengendaliannya.  Keberhasilan dalam membuat perencanaan produksi dan pencapaiannya tidak hanya tergantung pada organisasi  bagian perencanaan itu sendiri, melainkan sangat tergantung pada struktur organisasi secara keseluruhan dan sistem  yang diterapkan.
Kegagalan dapat terjadi akibat kesalahan dalam penggunaan sistem informasi tidak efektif, bahkan sering terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan akibat tidak memahami informasi yang ditampilkan  oleh sistem informasi yang tersedia. Manajer bagian prencanaan mutlak harus memahami sistem informasi yang digunakan, karena sistem informasi yang digunakan adalah berbasis komputer maka manajer bagian perencanaan produksi dan pengendalian persediaan serta bagian yang terkait langsung dengan bagian tersebut harus memahami dan mengerti sistem komputer yang digunakan. Jika tidak maka terbuka peluang untuk mengambil keputusan-keputusan yang keliru.
            Kelancaran proses produksi ditentukan oleh tingkat kematangan penjadwalan produksi. Dalam menyusun perencanaan harus memperhatikan berbagai element dari berbagai bagian sehingga sangat memerlukan sistem yang terintegrasi dan harus didukung dengan fasilitas yang memadai. Perencanaan produksi dituntut harus lebih besifat (sales oriented) namun di sisi lain tanpa mengabaikan efisiensi dan kelancaran proses produksi
Kemampuan sumber daya manusia sangat tergantung pada sistem yang diterapkan.  Tidak jarang orang yang mampu tidak dapat berbuat karena terikat oleh sistem dan fasilitas yang tersedia. Pembagian tugas dan tanggung jawab harus jelas dan dilakukan pengukuran efektifitas kerja. (Standard operational process) dan (Standard Instruction Process) harus dipahami oleh bagian operasional dan juga bagian perencanaan.
Perencanaan produksi sangat tergantung pada kapasitas, jenis perusahaan, sumber daya  dan jenis produksi yang dikerjakan. Berdasarkan hal tersebut perusahaan yang mengerjakan order yang terputus-pustus berdasarkan permintaan pelanggan yang pemenuhannya pada waktu yang akan datang,  tingkat kesulitan dalam menyusun perencanaan jauh lebih sulit  dibanding perusahaan yang mengerjakan produksi continue. Pengukuran keberhasilan perencanaan tidak tepat untuk dibandingkan dengan perusahaan lain karena perbedaan kelengkapan, kapasitas dan sumberdaya  apalagi dibanding dengan perusahaan lain yang tidak sejenis.
Faktor penting dalam melakukan pengukuran adalah standar produksi meliputi waktu, mutu, jumlah yang dapat dihasilkan berdasarkan penelitian yang dilakukan pada jangka waktu tertentu di perusahaan ini.  Pengukuran perlu dilakukan secara terus-menerus sehingga keputusan yang diambil untuk pengembangan jangka panjang mempunyai dasar yang objectif.
Dalam membuat usaha pasti akan memproduksi sesuatu atau ada yang dihasilkan. Dan sebelum produksi berjalan maka rencana produksi harus dipikirkan dengan matang, karena tidak mungkin membuat atau mendirikan usaha jika tidak mengetahui produk apa yang akan diproduksi oleh perusahaan.
Usaha yang rencananya akan diproduksi adalah produksi Kosmetik. Kosmetik ini pun harus mempunyai nama, merk, atau brand sehingga Kosmetik ini menjadi produk yang mempunyai keunggulan dan kwalitas yang bagus.
Usaha“INEZ COSMETIK” ini merencanakan produknya dengan mempertimbangkan dan melihat peluang bisnis yang ada di Malang, Jawa Timur karena para konsumen yang ada di Malang mayoritas kaum perempuan. Maka dari itu pemilik dari usaha INEZ COSMETIK membuka usaha ini.

2.     Perencanaan Lokasi Usaha atau Pabrik
Lokasi yang tepat akan mempunyai pengaruh positif bagi kelangsungan usaha. Oleh karena itu, dalam penentuan lokasi perlu mempertimbangkan faktor-faktor yang berpengaruh. Selain itu, juga perlu melihat prospek lokasi tersebut pada masa yang akan datang. Lokasi yang dipilih sebaiknya dapat mendukung untuk mendatangkan keuntungan terbesar. Selain itu, lokasi yang akan digunakan sangat berpotensi tinggi untuk kegiatan usaha.
Tempat dimana proses produksi dijalankan ini seharusnya direncanakan dengan sebaik mungkin, karena kesalahan dalam pemilihan lokasi usaha akan menimbulkan kerugian bagi usaha yang kita kelola. Pemilihan lokasi usaha harus menunjang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan sehingga dapat menunjang potensi untuk mendapatkan laba yang besar.
Lokasi usaha “INEZ COSMETIC” ini berlokasi di Jl.Industri No.6 Ds Randuagung
 faktor tempat usaha yang ada disekitar kawasan Industri, masyarakat bisa langsung membelinya melalui pesan langsung ke perusahaan atau membeli di toko yang tersedia produk inez.

3.     Perencanaan Lingkungan Kerja
 setiap rencana pastilah rencana itu yang baik tak ada rencana yang buruk apalagi masalah kerjaan. Dalam merencanakan lingkungan kerja pun pasti menginginkan lingkungan kerja yang baik, sehat, menyenangkan dan tidak cepat bosan, agar setiap karyawan bisa bekerja dengan nyaman dan tidak terganggu dengan hal-hal diluar pekerjaan tersebut.
Didalam produksi “INEZ COSMETIC” lingkungan kerjanya hampir memenuhi dari semua yang diharapkankan baik antar karyawan maupun dengan sang pemilik Perusahaan. Lingkungan kerja yang harmonis, nyaman, tidak membuat karyawan jenuh dan semakin betah untuk bekerja.Fasilitas pun sudah dilengkapi dari yang tadinya tidak ada kini sudah diadakan. Kebersihan dari fasilitas itu pun terjaga dengan baik hingga higenis.Dari fasilitas inilah karyawan bias bekerja dengan nyaman dan santai.

4.     Perencanaan Standar Produksi
 perencanaan standar produksi kita selalu menginginkan agar diperoleh perencanaan produksi yang baik namun merencanakan proses produksi bukanlah hal yang mudah karena banyaknya faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor internal relative mudah dapat dikuasai oleh PPC manager, namun faktor external tidak demikian. Karena itu perencanaan harus dibuat ketat namun tidak kaku, artinya dapat dirubah bila diperlukan dan kemungkinan perubahan ini juga harus diperhitungkan agar tidak menimbulkan kesulitan. Perencanaan yang baik hanya akan diperoleh dengan didasarkan kepada informasi yang baik dan pengukuran keberhasilan didasarkan kepada standard yang ditetapkan.
Standar produksi merupakan pedoman yang dapat dipergunakan untuk melaksanakan proses produksi. Standar produksi memberikan data sebagai dasar untuk pengambilan keputusan-keputusan dalam berproduksi.Selain itu, standar produksi memberikan manfaat terhadap berbagai macam penghematan dalam proses produksi.
Dalam “INEZ COSMETIC” standar produksi sudah dilakukan seperti pada kenyaman atau Kualitas produk Cosmetic. Hal itu dilakukan untuk harga tetap tidak berubah walaupun harga bahan baku naik.

B. SISTEM PENGENDALIAN PRODUKSI

Pengendalian produksi adalah berbagai kegiatan dan metode yang digunakan oleh majemen perusahaan untuk mengelolah, mengatur, mengkoordinir, dan mengarahkan proses produksi (peralatan, bahan baku, mesin, tenaga kerja) kedalam suatu arus aliran yang memberikan hasil dengan jumlah biaya yang seminimal mungkin dan waktu yang secepat mungkin.
Pengendalian produksi yang dilaksnakan pada  perusahaan yang satu dengan yang perusahaan yang lain akan berbeda-beda terghantung pada sistem kebijaksanaan perusahaan yang digunakan.  Pengendalian produksi dapat dilakaukan:

-  Order Control: Perusahaaanyang beroperasi berdasarkan pesanan dari konsumen sehingga kegiatan operasionalnya juga tergantunmg pada pesanan tsb.
-   Follow Control: Perusahaan yang  beroperasi untuk menghasilkan produk standar sehingga sebagian produk merupakan produk untuk persediaan dalam jumlah besar.
Pengendalian keduanya bertujuan sama bagaimana jangka waktu arus material apakah suda sesuai dengan yang direncanakan demikian juga bagaimana transportasi dari pabrik proses produksi) ke gudang dan dari gudang ke tempat penyimpan
 sistem pengendalian produksi ini ada beberapa hal yang perlu dibicarakan yaitu seperti masalah pengendalian proses produksi, pengendalian bahan baku, pengendalian tenaga kerja, pengendalian biaya produksi, pengendalian kualitas serta pemeliharaan. Semua hal tersebut sangat mempengaruhi sistem pengendalian pada sebuah usaha untuk memajukan usaha yang dikelolanya.


1.    Pengendalian Proses Produksi
Pengendalian proses produksi adalah disiplin ilmu yang melibatkan statistika dan teknik yang melibatkan pembuatan mekanisme dan algoritma untuk mengendalikan keluaran dari suatu proses tertentu.
Dalam pengendalian proses produksi ini menyangkut beberapa masalah tentangperencanaan dan pengawasan dari proses produksi dalam sebuah usahaatau perusahaan.
Dalam usaha “INEZ COSMETIC” ini yang akan diproduksikan adalah kosmetik. Dan kosmetik yang di produksinya pun ada beberapa macam seperti :
·         Color Contour Plus
·         Beauty Spa-Treatment Line
·         Beauty Spa-Extension Line
·         Active White Series
·         Acne Treatment Series
·          INEZ 900, dll.
Pembuatan Inez disini usahanya masih secara tradisional dan dibantu dengan karyawannya dalam proses pembuatannya. Proses produksi “INEZ COSMETIC” menggunakan alat tradisional dan masih memakai bantuan karyawannya dan diakhiri dengan proses pembungkusan dan pemberian label nama produknya. Dan semua kegiatan produksi itu dimulai pada pukul 08.00 - 16.00 WIB.
2. Pengendalian Bahan Baku
Bahan Baku merupakan unsur yang paling penting dalam proses produksi bagi suatu usaha. Tidak adanya bahan baku dapat menimbulkan terhentinya proses produksi sebuah usaha. Oleh karena itu, dalam suatu perusahaan atau jenis usaha pengendalian bahan baku merupakan hal yang penting agar usaha yang dijalankan tidak terhenti akibat kurangnya persediaan bahan baku.
Selama dalam usaha pembuatan “Inez Cosmetic” ini berproduksi, tidak pernah mengalami kendala yang berat yang diakibatkan oleh kekurangan persedian bahan baku. Hal itu disebabkan oleh persediaan yang cukup dan sistem pengendalian bahan baku yang cukup baik dilakukan oleh pemilik usaha agar usaha yang mereka dirikan tetap berjalan.

3. Pengendalian Tenaga Kerja
Tenaga kerja sangat penting dalam kegiatan produksi, dan tenaga kerja langsung yang produktif akan membantu seluruh jalannya kegiatan perusahaan sehingga semua kegiatan usaha itu berjalan dengan baik dan efektif serta akan memberikan keuntungan tambahan bagi usaha itu sendiri.
Dalam pelaksanaan kegiatan produksi “Inez Cosmetic” ini lumayan banyak karyawan yang terlibat dalam pembuatan inez. Usaha ini melibatkan banyak karyawan yakni pemilik usaha itu sendiri. Dan karyawannya itu dibagi atas berbagai kerjaan, Jadi dalam usaha ini ada sistem pengendalian tenaga kerja yang baik dari pemilik usaha tersebut.
4. Pengendalian Kualitas
Pengertian Kualitas
Karakteristik lingkungan dunia usaha saat ini ditandai oleh per­kembangan yang cepat di segala bidang yang menuntut kepiawaian mana­jemen dalam mengantisipasi setup perubahan yang terjadi dalam aktivitas ekonomi dunia. Ada tiga ciri gambaran perubahan yang banyak di­dengungkan untuk menghadapi lingkungan tersebut, yaitu kesementaraan, keanekaragaman, dan kebaruan. Kesementaraan antara lain ditunjukkan dengan semakin pendeknya umur suatu produk yang bukan disebabkan tidak berfungsinya produk tersebut secara teknis tetapi karena sudah ketinggalan jaman dengan adanya perkembangan teknologi, perubahan selera konsumen dan perubahan corak persaingan. Keanekaragaman terlihat dengan semakin banyaknya jenis produk yang beredar di pasar yang tidak terbatas pada consumer’s goods tetapi juga pada jenis teknologi yang ditawarkan. Selain itu, produsen maupun pelanggan secara umum, sering dihadapkan pada hal­hal baru yang tidak pernah bayangkan sebelumnya, teknologi baru, ilmu pengetahuan baru, produk dan jasa baru, gaya hidup baru, harapan-harapan baru, dan sebagainya.
             perubahan-perubahan yang cepat dalam era globalisasi saat ini akan membawa implikasi pada pengelolaan ekonomi nasional maupun operasi dunia usaha sebagai pelaku kegiatan ekonomi. Perubahan itu sendiri memang mengandung risiko karena ada kemungkinan keadaan yang diharapkan tidak dapat tercapai. Namun tidak jarang adanya kondisi yang tidak berubah atau terlambat berubah juga besar risikonya, bahkan lebih besar daripada risiko perubahan. Oleh karena itu, semakin banyak perusaha­an telah mengubah strateginya dari perusahaan yang berusaha menguasai sumber daya dalam negeri untuk menguasai pasar domestik ke perusahaan yang berusaha menemukan kombinasi optimal dari sumber daya lokal dan luar negeri untuk dapat bersaing baik di pasar domestik maupun pasar luar negeri. Dalam kondisi yang seperti ini, hanya produk dan jasa yang ber­kualitaslah yang akan memenangkan persaingan dan mempertahankan posisinya di pasar. Keberadaan produk dan jasa lokal dan nasional di suatu negara tidak akan luput dari tuntutan persaingan di samping juga mempunyai peluang untuk berkembang menjadi produk global dan membanjiri pasar lokal negara lainnya, sejauh persyaratan yang dituntut oleh pasar dipenuhi­nya.
Sementara itu, untuk menjaga konsistensi kualitas produk dan jasa yang dihasilkan dan sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar, perlu dilakukan pengendalian kualitas (quality control) atas aktivitas proses yang dijalani. Dari pengendalian kualitas yang berdasarkan inspeksi dengan penerimaan produk yang memenuhi syarat dan penolakan yang tidak memenuhi syarat sehingga banyak bahan, tenaga, dan waktu yang terbuang, muncul pemikiran untuk menciptakan sistem yang dapat mencegah timbulnya masalah mengenai kualitas agar kesalahan yang pernah terjadi tidak terulang lagi.
Menjaga kualitas produk sangat penting bagi sebuah usaha untuk meningkatkan atau bahkan mempertahankan kelangsungan sebuah usaha yang mereka dirikan. Memproduksi produk tanpa mengamati dan mempertahankan kualitas hasil produksi yang menjadi standar dalam usaha mereka, maka akan berakibat pada kelangsungan usaha mereka itu sendiri di masa yang akan datang.
Disamping dengan akan bermunculannya usaha-usaha sejenis yang mungkin menawarkan kualitas produk yang lebih baik. Maka usaha “Inez Cosmetic” ini sangat memperhatikan pengendalian kualitas inez, produksi inez ini dari dulu tidak berubah mungkin berubah hanya dalam kemasannya atau bungkusnya agar hasil produksinya memuaskan sehingga tingkat kepercayaan konsumen pada produk Inez ini sangat bagus atau tinggi dan tingkat penjualannya menjadi tinggi dan pembeli akhirnya tidak berpindah hati pada produksi-produksi yang lain.
C. SISTEM INFORMASI PRODUKSI
Sistem informasi produksi merupakan sistem yang saling terhubungan untuk mengkonversikan input menjadi output yang berupa barang atau jasa. Seluruh sistem saling terpadu, terkait, dan menyatu untuk mentransformasikan masukan menjadi keluaran yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Dalam kegiatan produksi sebuah usaha, semua kegiatan perusahaan tersebut merupakan kegiatan yang saling berhubungan antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan dalam perusahaan ini akan semakin baik apabila didukung dengan sarana dan sistem informasi yang memadai, sehingga kesulitan dari salah satu bagian dalam perusahaan akan dapat segera diketahui oleh bagian yang lain, sehingga dapat diadakan usaha yang lebih dini untuk mengatasi kesulitan akan timbul akibat adanya gangguan pelaksanaan dari salah satu bagian dalam perusahaan tersebut.
          Tujuan Sistem Informasi Produksi:
· Bermanfaat untuk merencanakan, mengawasi dan mengotrol proses produksi agar lebih optimal
· Mengawasi efisiensi proses produk agar menghasilkan produk yang memiliki mutu tinggi
· Menghemat biaya dan bahan produksi
· Menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen
Pada era globalisasi saat ini, komputer adalah salah satu pendukung dalam kemajuan sebuah usaha. Salah satunya adalah bidang produksi barang. Fungsi yang sangat mempengaruhi dalam bidang poduksi adalah menghitung harga pokok produksi.
     Kesalahan dalam memperhitungkan harga pokok produksi akan berpengaruh terhadap produksi karena besarnya harga pokok produksi akan mempengaruhi harga jual suatu produk di pasaran. Fungsi lain yang tidak kalah pentingnya dalam bidang produksi adalah kontrol produksi. Proses produksi suatu barang melewati banyak tahapan produksi mulai bahan mentang menjadi barang jadi. Dari semua operasional produksi tersebut harus diawasi secara teliti karena kesalahan sedikit saja akan berdampak besar bagi sebuah perusahaan.

1.Produksi atas dasar Pesanan
Berproduksi atas dasar pesanan ini dilakukan berdasarkan pesanan yang masuk dari pelanggan. Semua informasi dari pesanan yang masuk sampai dengan pelaksanaan produksi dalam usaha ini diatur dengan sistem yang tepat, sehingga semua bagian yang terlibat dengan pesanan tersebut dapat diketahui dengan pasti dan tepat serta dalam waktu yang cepat pula. Dalam usaha“Inez Cosmetic” ini pemilik usaha menerapkan sistem produksi atas dasar pesanan dengan contoh sebagai berikut : Pembeli atau Konsumen memesan Inez via telephone atau datang langsung ke lokasi atau tempat pembuatan Inez, kemudian karyawan yang ada akan mencatat jumlah pesanan.pesanan tersebut akan diantar kepada pemesan atau akan di ambil sendiri oleh pemesan tadi sesuai dengan kesepakatan antara pemesan dan karyawan pada saat proses pemesanan berlangsung.

















   BAB IV
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Dari penjelasan dan pembahasan materi yang telah disampaikan diatas dapat disimpulkan bahwa Inez Cosmetic sudah menjalankan manajemen operasionalnya dengan cukup baik, dengan melakukan beberapa manajemen seperti perencanaan sistem produksi, sistem pengendalian produksi dan sitem informasi produksi yang baik pula.
Usaha “Inez Cosmetic” ini juga menjual kepada para konsumennya dengan harga terjangkau yang bisa dibeli. Usaha “Inez Cosmetic ” ini telah menjalankan usahanya selama bertahun-tahun tanpa mengalami kendala yang sangat berarti. Baik dari segi pesaing maupun kendala dari lingkungan disekitar lokasi produksi itu berdiri.
B.SARAN
Di era persaingan bisnis yang sangat cepat akhir-akhir ini Usaha “Inez Cosmetic” ini sangat perlu menjaga kualitas mutu dan standar produksinya dengan baik agar pelanggan atau konsumen produk “Inez Cosmetic” ini tidak berpindah ke tempat produksi lainnya. Supaya usaha ini tetap bertahan dan terus memajukan usahanya walaupun banyak pesaing-pesaing lainnya.








DAFTAR PUSTAKA
·         Kotler Philip.”Manajemen Pemasaran”. Edisi millennium. Cetakan pertama. Penerbit Indeks. Jakarta.
·         Manajemen Operasional 1
·         Pemilik Usaha“Inez Cosmetic” PTKOSMETIKATAMA SUPER INDAH
·         Porter E. Michael.1997.”Strategi bersaing: Tekhnik menganalisis industri dan pesaing”. Penerbit Erlangga. Jakarta.