TUGAS LAPORAN KKL
SISTEM MANAJEMEN OPERASIONAL
PT KOSMETIKATAMA SUPER INDAH TERHADAP PENGENDALIAN KERJA PADA TAHUN 2013
NAMA PENYUSUN:
KELOMPOK III
NAMA NIM
M KHAFIDIN : A.1.4.12.0037
LAILATUS SA’AH : A.1.4.12.0023
IDA
MASRUROH : A.1.4.12.0027
INAYATUS
SHOLIHAH : A.1.4.12.0012
NILAI
ANA : A.1.4.11.0008
UNIVERSITAS SULTAN FATAH
Jl. Diponegoro No.1 B Jogoloyo
Demak
2013
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan
pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa jurusan administrasi negara
Fakultas Ekonomi dan ilmu sosial
Unoversitas Sultan Fatah Demak angkatan 2012 tahun 2013 di PT KOSMETIKATAMA
SUPER INDAH ini disahkan pada:
Hari :
Tanggal :
Mengesahkan,
|
Dosen
Pembimbing I
.Drs.nor kholis.M.Pd
|
Dosen Pembimbing II
|
Mengetahui
|
Ketua Jurusan Administrasi Negara
Abdul syakur,S.Sos.M.Si.
|
|
|
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT, karena dengan
karunia-Nya kami dapat menyelesaiakan laporan yang berjudul “management operational”. Meskipun banyak hambatan yang kami alami dalam
proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikan laporan ini tepat pada
waktunya.
Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada dosen
pembimbing yang telah membantu dan membimbing kami dalam mengerjakan tugas laporan
manajemen operasional ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada
teman-teman yang bekerja keras untuk melengkapi bahan laporan dan juga sudah
memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan laporan
ini.
Tentunya
ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada pembaca dari hasil pembuatan laporan
ini. Karena itu kami berharap semoga laporan ini dapat menjadi sesuatu yang
berguna bagi kita bersama.
Kami
menyadari bahwa dalam menyusun laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk
itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna
sempurnanya laporan ini. Kami berharap semoga laporan ini bisa bermanfaat bagi
kami khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Demak, November
2013
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.LatarBelakang
Suatu perusahaan didirikan tentunya disertai dengan harapan bahwa kelak di
kemudian hari akan mengalami perkembangan yang pesat. Apapun lingkup usaha yang dikelola dari perusahaan
tersebut serta bagaimanapun bentuk dari perusahaan itu didirikan.Harapan yang
cerah di kemudian hari merupakan salah satu dasar mengambil tindakan-tindakan
yang dianggap di perlukan sekarang.Dalam pembuatan usaha baru,
perusahaan-perusahaan ini mempunyai beberapa kesulitan dalam melaksanakan kegiatan
operasinya, sehingga dalam perusahaan tersebut akan sangat menghambat dalam pengembangannya.
Mendirikan suatu perusahaan bukanlah
merupakan pekerjaan yang mudah.Namun demikian untuk memelihara dan mengembangkan
perusahaan yang sudah didirikan tersebut merupakan suatu pekerjaan yang jauh lebih
berat, karena akan menyangkut berbagai macam masalah yang lebih banyak dan banyaknya
tantangan untuk mempertahankan konsistensi perusahaan tersebut karena masalah
yang datang akan datang silih berganti. Persoalan akan selalu muncul baik yang
berasal dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan tersebut. Untuk mempertahankan perusahaan tersebut berjalan dengan konsisten, maka perusahaan tersebut sebaiknya tidak lari atau menghindar dari tiap masalah yang menimpa perusahaan tersebut.
Perusahaan harus bisa menyelesaikan
tiap-tiap masalah yang dihadapi oleh perusahan tersebut tidak menghindari
masalah apalagi harus lari karena apabila perusahaan melakukan seperti itu maka
akan berakibat fatal bagi perusahaan tersebut. Akibat yang fatal yang dimaksud
adalah menumpuknya masalah yang dihadapi oleh perusahaan tersebut yang hingga
pada akhirnya perusahaan tersebut tidak dapat lagi menyelesaikan
masalah-masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Ketika masalah dalam perusahaan
sudah tak dapat diatasi maka perusahaan tersebut akan menunggu waktu
kebangkrutan atau penutupan dari perusahaan itu sendiri karena tidak mampu
menyelesaikan masalah-masalah yang telah di hadapi perusahaan tersebut.
BAB II
LANDASAN TEORI
Dalam
bab ini dibahas mengenai landasan-landasan teori yang digunakan sebagai dasar
dari penulisan skripsi yang berhubungan dengan Sistem Informasi, Managemen
Sumber Daya Manusia, serta Analisis
dan Perancangan Berorientasi Objek.
Kuliah Kerja Lapangan ini bertujuan memberi bekal keterampilan dan pengetahuan bagi para mahasiswa, berkenaan dengan
konsep dan teori yang ada dilapangan
sebelum terjun langsung dalam dunia
kerja yang sebenarnya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan potensi
para mahasiswanya untuk mampu bersaing
dalam dunia kerja. Adapun tujuan KKL lainnya antara lain:
· Mengembangkan wawasan dan pengetahuan secara langsung tentang dunia kerja yang sebenarnya.
· Mahasiswa dapat mencocokkan teori yang telah didapat di bangku perkuliahan dengan keadaan yang sebenarnya.
· Mahasiswa dapat menambah pengetahuan tentang Manajemen diperusahaan
Kegiatan KKL
Terpadu Jurusan Administrasi Negara Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas
Sultan Fatah Demak angkatan 2012 tahun 2013 yang dilaksanakan di PT
KOSMETIKATAMA SUPER INDAH ini mempunyai manfaat :
· Menambah wawasan dan pengetahuan yang tak terhingga megenai manajemen
perusahaan.
· Mempunyai pengalaman di obyek KKL
· Menjalin hubungan kerjasama yang baik antara Universitas Sultan Fatah Demak
khususnya Fakultas Eonomi dan Ilmu Sosial dengan PT KOSMETIKATAMA SUPER INDAH Malang
Tempat Dan
Waktu Pelaksanaan.
KKL Terpadu ini dilaksanakan pada:
Hari dan Tanggal :
Sabtu, 26 Oktober 2013
Pukul : 08.00 – 12.00 WIB
Tempat :
PT KOSMETIKATAMA SUPER INDAH Malang
BAB III
PEMBAHASAN
A. PERENCANAAN SISTEM PRODUKSI
Manajemen
produksi merupakan proses kegiatan untuk mengadakan kegiatan-kegiatan:
perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing),
pengkoordinasian (coordinate) dari proses produksi. Selain itu manajemen
produksi didefinisikan juga sebagai usaha pengelolaan dengan cara
optimal terhadap faktor-faktor produksi atau sumber seperti manusia, tenaga
kerja, mesin dan bahan baku yang ada. Tujuan Manajemen Produksi adalah
memproduksi atau mengatur produksi barang-barang dan jasa-jasa dalam jumlah,
kualitas, harga, waktu serta tempat tertentu sesuai dengan kebutuhan.
Kegiatan
perencanaan produksi sebagai salah satu bagian dari manajemen produksi sangat
menentukan bagaimana suatu produksi berjalan. Tujuan dari perencanaan produksi
harus tegas, jelas dan mudah dimengerti. Seringkali perencanaan harus mengalami
perubahan, oleh karena itu perencanaan harus besifat luwes dan terbuka untuk
dapat dirubah bila diperlukan. Sifat luwes ini mengakibatkan pelaksanaan
kegiatannya harus dimonitor dan dikendalikan terus menerus yang disesuaikan
dengan kondisi yang ada namun perencanaan harus tetap pada tujuan yang
ditetapkan.
Perencanaan
juga merupakan fungsi pemilihan langkah-langkah apa yang harus dilakukan,
siapa yang melakukan dan kapan aktivitasnya dilaksanakan. Karena banyaknya
faktor-faktor yang mempengaruhinya maka perencanaan harus dibuat ketat
namun tidak kaku, artinya dapat dirubah sewaktu-waktu . Tapi perlu
diperhatikan baik-baik agar tidak menimbulkan kesulitan. Perencanaan berawal
dari suatu hasil pemikiran yang rasional dimana di dalamnya terdapat
dugaan/perkiraan, perhitungan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai pada
masa yang akan datang. Selain suatu perencanaan harus memiliki
tujuan yang jelas dan mudah dimengerti, maka perencanaan harus terukur
dan mempunyai standard tertentu.
Perencanaan
bisa juga dianggap sebagai tahap persiapan / tindakan pendahuluan sehingga
dapat mulai dipikirkan penyimpangan yang mungkin terjadi
Perencanaan
produksi (Production Planning) adalah salah satu dari berbagai macam bentuk
perencanaan yaitu suatu kegiatan pendahuluan atas proses produksi yang akan
dilaksanakan dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan.
Perencanaan
produksi sangat erat kaitannya dengan pengendalian persediaan sehingga sebagian
besar perusahaan manufacture menempatkan fungsi perencanaan dan pengendalian
persediaan dalamsatu kesatuan. Ditinjau dari bentuk industri, perencanaan
produksi suatu perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya terdapat
perbedaan. Banyak hal yang menyebabkan perbedaan tersebut, bahkan pada
perusahaan yang sejenis.
Tujuan
produksi bagi perusahaan adalah barang dengan spesifikasi tertentu memenuhi
permintaan pelanggan. Tujuan tersebut dituangkan dalam Order Confirmation yang
dibuat oleh bagian penjualan. Dengan demikian dapat disimpulkan tujuan produksi
sepenuhnya dirumuskan oleh sales department, berdasarkan order yang telah
diterima. Karena tujuan produksi dirumuskan berdasarkan order yang telah
diterima maka dalam fungsi perencanan produksi pengaruh forecasting pada sistem
perencanaan produksi dapat dikatakan tidak signifikan. Untuk mencapai tujuan,
khususnya dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan perusahaan
perlu menyediakan fasilitas komunikasi dan sistem informasi yang mendukung
sistem pengolahan data terdistribusi. Program aplikasi database management
system yang terintegrasi dengan sistem lainnya di lingkungan perusahaan
sehinngga bagian perencanaan produksi dan pengendalian persediaan memiliki
sarana yang cukup handal yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam
waktu yang relatif singkat. Bagian perencanaan dengan mudah dapat
mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam menyusun perencanaan produksi.
Agar
masing-masing fungsi yang terdapat dalam Sistem perencanaan dan bagian terkait
dengan sistem perencanaan produksi dapat menjalankan kerja dan tanggungjawabnya
sesuai dengan sistem, maka setiap personal disyaratkan
mengenal sistem akuntansi komputer dan procedure yang diterapkan. Dengan
demikian efektifitas kerja dapat ditingkatkan.
usaha mencapai tujuan perencanaan produksi
terdapat berbagai macam permasalahan sesuai dengan proses yang akan
dilaksanakan, kemudian dirumuskan bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan
secara efektif dan efisien serta bagaimana cara pengendaliannya.
Keberhasilan dalam membuat perencanaan produksi dan pencapaiannya tidak hanya
tergantung pada organisasi bagian perencanaan itu sendiri, melainkan
sangat tergantung pada struktur organisasi secara keseluruhan dan sistem
yang diterapkan.
Kegagalan
dapat terjadi akibat kesalahan dalam penggunaan sistem informasi tidak efektif,
bahkan sering terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan akibat tidak
memahami informasi yang ditampilkan oleh sistem informasi yang tersedia.
Manajer bagian prencanaan mutlak harus memahami sistem informasi yang
digunakan, karena sistem informasi yang digunakan adalah berbasis komputer maka
manajer bagian perencanaan produksi dan pengendalian persediaan serta bagian
yang terkait langsung dengan bagian tersebut harus memahami dan mengerti sistem
komputer yang digunakan. Jika tidak maka terbuka peluang untuk mengambil
keputusan-keputusan yang keliru. Kelancaran proses produksi ditentukan oleh
tingkat kematangan penjadwalan produksi. Dalam menyusun perencanaan harus
memperhatikan berbagai element dari berbagai bagian sehingga sangat memerlukan
sistem yang terintegrasi dan harus didukung dengan fasilitas yang memadai.
Perencanaan produksi dituntut harus lebih besifat (sales oriented) namun di sisi lain tanpa mengabaikan efisiensi dan kelancaran proses produksi.Kemampuan sumber daya manusia sangat tergantung pada sistem yang diterapkan. Tidak jarang orang yang mampu tidak dapat berbuat karena terikat oleh sistem dan fasilitas yang tersedia. Pembagian tugas dan tanggung jawab harus jelas dan dilakukan pengukuran efektifitas kerja. (Standard operational process) dan (Standard Instruction Process) harus dipahami oleh bagian operasional dan juga bagian perencanaan.
Perencanaan produksi dituntut harus lebih besifat (sales oriented) namun di sisi lain tanpa mengabaikan efisiensi dan kelancaran proses produksi.Kemampuan sumber daya manusia sangat tergantung pada sistem yang diterapkan. Tidak jarang orang yang mampu tidak dapat berbuat karena terikat oleh sistem dan fasilitas yang tersedia. Pembagian tugas dan tanggung jawab harus jelas dan dilakukan pengukuran efektifitas kerja. (Standard operational process) dan (Standard Instruction Process) harus dipahami oleh bagian operasional dan juga bagian perencanaan.
Perencanaan
produksi sangat tergantung pada kapasitas, jenis perusahaan, sumberdaya
dan jenis produksi yang dikerjakan. Berdasarkan hal tersebut perusahaan yang
mengerjakan order yang terputus-pustus berdasarkan permintaan pelanggan yang
pemenuhannya pada waktu yang akan datang, tingkat kesulitan dalam menyusun
perencanaan jauh lebih sulit dibanding perusahaan yang mengerjakan
produksi continue. Pengukuran keberhasilan perencanaan tidak tepat untuk
dibandingkan dengan perusahaan lain karena perbedaan kelengkapan, kapasitas dan
sumberdaya apalagi dibanding dengan perusahaan lain yang tidak sejenis.
Mendirikan sebuah usaha bukan
merupakan perkara yang mudah. Namun menjaga dan memelihara usaha yang kita
dirikan jauh lebih berat daripada mendirikannya. Hal tersebut dikarenakan
menyangkut segala macam masalah yang lebih banyak dan lebih rumit serta
tantangan yang akan muncul secara silih berganti. Tantangan tersebut tidak
hanya muncul dari dalam perusahaan itu sendiri melainkan juga dari luar
perusahaan. Untuk mempertahankan kelangsungan usaha yang kita dirikan tersebut
segala persoalan dan tantangan yang muncul harus diselesaikan dengan dan sebaik
mungkin.
Sistem merupakan suatu rangkaian
dari beberapa elemen yang saling berhubungan dan saling menunjang antara satu
dengan yang lainnya untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan sistem produksi
merupakan gabungan dari beberapa unit atau elemen yang saling berhubungan dan
saling menunjang untuk melaksanakan proses produksi. Dan beberapa elemen
tersebut antara lain adalah produk perusahaan, lokasi pabrik, letak fasilitas
produksi, lingkungan kerja dari para karyawan serta standar produksi yang
digunakan dalam perusahaan tersebut.
1.
Perencanaan Produk
Fungsi Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi (Production
Planning) adalah salah satu dari berbagai macam bentuk perencanaan yaitu suatu
kegiatan pendahuluan atas proses produksi yang akan dilaksanakan dalam usaha
mencapai tujuan yang diinginkan.
Perencanaan produksi sangat erat
kaitannya dengan pengendalian persediaan sehingga sebagian besar
perusahaan manufacture menempatkan fungsi perencanaan dan pengendalian persediaan dalam satu
kesatuan.
Ditinjau dari bentuk
industri, perencanaan produksi suatu perusahaan yang satu dengan perusahaan
yang lainnya terdapat perbedaan. Banyak hal yang menyebabkan perbedaan
tersebut, bahkan pada perusahaan yang sejenis.
Tujuan
produksi bagi perusahaan adalah barang dengan spesifikasi tertentu
memenuhi permintaan pelanggan. Tujuan tersebut dituangkan dalam Order
Confirmation yang dibuat oleh bagian penjualan. Dengan demikian dapat
disimpulkan tujuan produksi sepenuhnya dirumuskan oleh sales department,
berdasarkan order yang telah diterima. Karena tujuan produksi dirumuskan berdasarkan
order yang telah diterima
maka
dalam fungsi perencanan produksi pengaruh forecasting pada sistem perencanaan
produksi dapat dikatakan tidak signifikan.
Untuk mencapai tujuan, khususnya dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan perusahaan perlu menyediakan fasilitas komunikasi dan sistem informasi yang mendukung sistem pengolahan data terdistribusi. Program aplikasi database management system yang terintegrasi dengan sistem lainnya di lingkungan perusahaan sehinngga bagian perencanaan produksi dan pengendalian persediaan memiliki sarana yang cukup handal yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang relatif singkat. Bagian perencanaan dengan mudah dapat mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam menyusun perencanaan produksi.
Untuk mencapai tujuan, khususnya dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan perusahaan perlu menyediakan fasilitas komunikasi dan sistem informasi yang mendukung sistem pengolahan data terdistribusi. Program aplikasi database management system yang terintegrasi dengan sistem lainnya di lingkungan perusahaan sehinngga bagian perencanaan produksi dan pengendalian persediaan memiliki sarana yang cukup handal yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang relatif singkat. Bagian perencanaan dengan mudah dapat mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam menyusun perencanaan produksi.
Agar masing-masing
fungsi yang terdapat dalam Sistem perencanaan dan bagian terkait dengan sistem
perencanaan produksi dapat menjalankan kerja dan tanggungjawabnya sesuai
dengan sistem, maka setiap personal disyaratkan mengenal sistem
akuntansi komputer dan procedure yang diterapkan. Dengan demikian efektifitas
kerja dapat ditingkatkan.
Dalam usaha mencapai tujuan perencanaan produksi terdapat berbagai macam permasalahan sesuai dengan proses yang akan dilaksanakan, kemudian dirumuskan bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan secara efektif dan efisien serta bagaimana cara pengendaliannya. Keberhasilan dalam membuat perencanaan produksi dan pencapaiannya tidak hanya tergantung pada organisasi bagian perencanaan itu sendiri, melainkan sangat tergantung pada struktur organisasi secara keseluruhan dan sistem yang diterapkan.
Kegagalan dapat terjadi akibat kesalahan dalam penggunaan sistem informasi tidak efektif, bahkan sering terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan akibat tidak memahami informasi yang ditampilkan oleh sistem informasi yang tersedia. Manajer bagian prencanaan mutlak harus memahami sistem informasi yang digunakan, karena sistem informasi yang digunakan adalah berbasis komputer maka manajer bagian perencanaan produksi dan pengendalian persediaan serta bagian yang terkait langsung dengan bagian tersebut harus memahami dan mengerti sistem komputer yang digunakan. Jika tidak maka terbuka peluang untuk mengambil keputusan-keputusan yang keliru.
Dalam usaha mencapai tujuan perencanaan produksi terdapat berbagai macam permasalahan sesuai dengan proses yang akan dilaksanakan, kemudian dirumuskan bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan secara efektif dan efisien serta bagaimana cara pengendaliannya. Keberhasilan dalam membuat perencanaan produksi dan pencapaiannya tidak hanya tergantung pada organisasi bagian perencanaan itu sendiri, melainkan sangat tergantung pada struktur organisasi secara keseluruhan dan sistem yang diterapkan.
Kegagalan dapat terjadi akibat kesalahan dalam penggunaan sistem informasi tidak efektif, bahkan sering terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan akibat tidak memahami informasi yang ditampilkan oleh sistem informasi yang tersedia. Manajer bagian prencanaan mutlak harus memahami sistem informasi yang digunakan, karena sistem informasi yang digunakan adalah berbasis komputer maka manajer bagian perencanaan produksi dan pengendalian persediaan serta bagian yang terkait langsung dengan bagian tersebut harus memahami dan mengerti sistem komputer yang digunakan. Jika tidak maka terbuka peluang untuk mengambil keputusan-keputusan yang keliru.
Kelancaran
proses produksi ditentukan oleh tingkat kematangan penjadwalan produksi. Dalam menyusun
perencanaan harus memperhatikan berbagai element dari berbagai bagian sehingga
sangat memerlukan sistem yang terintegrasi dan harus didukung dengan fasilitas
yang memadai. Perencanaan produksi dituntut harus lebih besifat (sales
oriented) namun di sisi lain tanpa mengabaikan efisiensi dan kelancaran proses
produksi
Kemampuan sumber daya manusia sangat tergantung pada sistem yang diterapkan. Tidak jarang orang yang mampu tidak dapat berbuat karena terikat oleh sistem dan fasilitas yang tersedia. Pembagian tugas dan tanggung jawab harus jelas dan dilakukan pengukuran efektifitas kerja. (Standard operational process) dan (Standard Instruction Process) harus dipahami oleh bagian operasional dan juga bagian perencanaan.
Kemampuan sumber daya manusia sangat tergantung pada sistem yang diterapkan. Tidak jarang orang yang mampu tidak dapat berbuat karena terikat oleh sistem dan fasilitas yang tersedia. Pembagian tugas dan tanggung jawab harus jelas dan dilakukan pengukuran efektifitas kerja. (Standard operational process) dan (Standard Instruction Process) harus dipahami oleh bagian operasional dan juga bagian perencanaan.
Perencanaan produksi
sangat tergantung pada kapasitas, jenis perusahaan, sumber daya dan jenis
produksi yang dikerjakan. Berdasarkan hal tersebut perusahaan yang mengerjakan
order yang terputus-pustus berdasarkan permintaan pelanggan yang pemenuhannya
pada waktu yang akan datang, tingkat kesulitan dalam menyusun perencanaan
jauh lebih sulit dibanding perusahaan yang mengerjakan produksi continue.
Pengukuran keberhasilan perencanaan tidak tepat untuk dibandingkan dengan
perusahaan lain karena perbedaan kelengkapan, kapasitas dan sumberdaya
apalagi dibanding dengan perusahaan lain yang tidak sejenis.
Faktor penting dalam
melakukan pengukuran adalah standar produksi meliputi waktu, mutu, jumlah yang
dapat dihasilkan berdasarkan penelitian yang dilakukan pada jangka waktu
tertentu di perusahaan ini. Pengukuran perlu dilakukan secara
terus-menerus sehingga keputusan yang diambil untuk pengembangan jangka panjang
mempunyai dasar yang objectif.
Dalam membuat usaha pasti akan
memproduksi sesuatu atau ada yang dihasilkan. Dan sebelum produksi berjalan
maka rencana produksi harus dipikirkan dengan matang, karena tidak mungkin
membuat atau mendirikan usaha jika tidak mengetahui produk apa yang akan
diproduksi oleh perusahaan.
Usaha yang rencananya akan
diproduksi adalah produksi Kosmetik. Kosmetik ini pun harus mempunyai nama,
merk, atau brand sehingga Kosmetik ini menjadi produk yang mempunyai keunggulan
dan kwalitas yang bagus.
Usaha“INEZ COSMETIK” ini merencanakan produknya dengan mempertimbangkan
dan melihat peluang bisnis yang ada di Malang, Jawa Timur karena para konsumen
yang ada di Malang mayoritas kaum perempuan. Maka dari itu pemilik dari usaha “INEZ
COSMETIK” membuka usaha ini.
2.
Perencanaan
Lokasi Usaha atau Pabrik
Lokasi yang tepat akan
mempunyai pengaruh positif bagi kelangsungan usaha. Oleh karena itu, dalam
penentuan lokasi perlu mempertimbangkan faktor-faktor yang berpengaruh. Selain
itu, juga perlu melihat prospek lokasi tersebut pada masa yang akan datang.
Lokasi yang dipilih sebaiknya dapat mendukung untuk mendatangkan keuntungan
terbesar. Selain itu, lokasi yang akan digunakan sangat berpotensi tinggi untuk
kegiatan usaha.
Tempat dimana proses produksi
dijalankan ini seharusnya direncanakan dengan sebaik mungkin, karena kesalahan
dalam pemilihan lokasi usaha akan menimbulkan kerugian bagi usaha yang kita
kelola. Pemilihan lokasi usaha harus menunjang kegiatan-kegiatan yang dilakukan
oleh perusahaan sehingga dapat menunjang potensi untuk mendapatkan laba yang
besar.
Lokasi usaha
“INEZ COSMETIC” ini berlokasi di Jl.Industri No.6 Ds Randuagung
faktor tempat
usaha yang ada disekitar kawasan Industri, masyarakat bisa langsung membelinya
melalui pesan langsung ke perusahaan atau membeli di toko yang tersedia produk
inez.
3.
Perencanaan Lingkungan
Kerja
setiap rencana pastilah rencana itu yang baik
tak ada rencana yang buruk apalagi masalah kerjaan. Dalam merencanakan
lingkungan kerja pun pasti menginginkan lingkungan kerja yang baik, sehat,
menyenangkan dan tidak cepat bosan, agar setiap karyawan bisa bekerja dengan
nyaman dan tidak terganggu dengan hal-hal diluar pekerjaan tersebut.
Didalam produksi “INEZ COSMETIC” lingkungan kerjanya
hampir memenuhi dari semua yang diharapkankan baik antar karyawan maupun dengan
sang pemilik Perusahaan. Lingkungan kerja yang harmonis, nyaman, tidak membuat karyawan
jenuh dan semakin betah untuk bekerja.Fasilitas pun sudah dilengkapi dari yang
tadinya tidak ada kini sudah diadakan. Kebersihan dari
fasilitas itu pun terjaga dengan baik hingga higenis.Dari fasilitas inilah karyawan
bias bekerja dengan nyaman dan santai.
4.
Perencanaan Standar
Produksi
perencanaan standar produksi kita selalu
menginginkan agar diperoleh perencanaan produksi yang baik namun merencanakan
proses produksi bukanlah hal yang mudah karena banyaknya faktor yang
mempengaruhinya. Faktor-faktor internal relative mudah dapat dikuasai oleh PPC
manager, namun faktor external tidak demikian. Karena itu perencanaan harus
dibuat ketat namun tidak kaku, artinya dapat dirubah bila diperlukan dan
kemungkinan perubahan ini juga harus diperhitungkan agar tidak menimbulkan
kesulitan. Perencanaan yang baik hanya akan diperoleh dengan didasarkan kepada
informasi yang baik dan pengukuran keberhasilan didasarkan kepada standard yang
ditetapkan.
Standar produksi
merupakan pedoman yang dapat dipergunakan untuk melaksanakan proses produksi.
Standar produksi memberikan data sebagai dasar untuk pengambilan keputusan-keputusan
dalam berproduksi.Selain itu, standar produksi memberikan manfaat terhadap berbagai
macam penghematan dalam proses produksi.
Dalam “INEZ COSMETIC” standar produksi sudah dilakukan seperti pada
kenyaman atau Kualitas produk Cosmetic. Hal itu dilakukan
untuk harga tetap tidak berubah walaupun harga bahan baku naik.
B. SISTEM PENGENDALIAN PRODUKSI
Pengendalian produksi adalah
berbagai kegiatan dan metode yang digunakan oleh majemen perusahaan untuk
mengelolah, mengatur, mengkoordinir, dan mengarahkan proses produksi
(peralatan, bahan baku, mesin, tenaga kerja) kedalam suatu arus aliran yang
memberikan hasil dengan jumlah biaya yang seminimal mungkin dan waktu yang
secepat mungkin.
Pengendalian produksi yang
dilaksnakan pada perusahaan yang satu dengan yang perusahaan yang lain
akan berbeda-beda terghantung pada sistem kebijaksanaan perusahaan yang
digunakan. Pengendalian produksi dapat dilakaukan:
- Order Control:
Perusahaaanyang beroperasi berdasarkan pesanan dari konsumen sehingga kegiatan
operasionalnya juga tergantunmg pada pesanan tsb.
- Follow
Control: Perusahaan yang beroperasi untuk menghasilkan produk standar
sehingga sebagian produk merupakan produk untuk persediaan dalam jumlah besar.
Pengendalian keduanya bertujuan sama bagaimana jangka
waktu arus material apakah suda sesuai dengan yang direncanakan demikian juga
bagaimana transportasi dari pabrik proses produksi) ke gudang dan dari gudang
ke tempat penyimpan
sistem
pengendalian produksi ini ada beberapa hal yang perlu dibicarakan yaitu seperti
masalah pengendalian proses produksi, pengendalian bahan baku, pengendalian
tenaga kerja, pengendalian biaya produksi, pengendalian kualitas serta
pemeliharaan. Semua hal tersebut sangat mempengaruhi sistem pengendalian pada sebuah usaha untuk memajukan usaha yang dikelolanya.
1. Pengendalian Proses Produksi
Pengendalian
proses produksi
adalah disiplin ilmu yang melibatkan statistika dan teknik yang melibatkan pembuatan
mekanisme dan algoritma untuk mengendalikan keluaran dari suatu proses
tertentu.
Dalam pengendalian proses produksi
ini menyangkut beberapa masalah tentangperencanaan dan pengawasan dari proses
produksi dalam sebuah usahaatau perusahaan.
Dalam usaha
“INEZ COSMETIC” ini yang akan diproduksikan adalah kosmetik. Dan kosmetik yang di
produksinya pun ada beberapa macam seperti :
· Color
Contour Plus
· Beauty
Spa-Treatment Line
· Beauty
Spa-Extension Line
· Active White
Series
· Acne
Treatment Series
· INEZ 900, dll.
Pembuatan
Inez disini usahanya masih secara tradisional dan dibantu dengan karyawannya
dalam proses pembuatannya. Proses produksi “INEZ COSMETIC” menggunakan alat tradisional
dan masih memakai bantuan karyawannya dan diakhiri dengan proses pembungkusan
dan pemberian label nama produknya. Dan semua kegiatan produksi itu dimulai
pada pukul 08.00 - 16.00 WIB.
2.
Pengendalian Bahan Baku
Bahan
Baku merupakan unsur yang paling penting dalam proses produksi bagi suatu
usaha. Tidak adanya bahan baku dapat menimbulkan terhentinya proses produksi
sebuah usaha. Oleh karena itu, dalam suatu perusahaan atau jenis usaha
pengendalian bahan baku merupakan hal yang penting agar usaha yang dijalankan
tidak terhenti akibat kurangnya persediaan bahan baku.
Selama
dalam usaha pembuatan “Inez Cosmetic” ini berproduksi, tidak pernah mengalami
kendala yang berat yang diakibatkan oleh kekurangan persedian bahan baku. Hal
itu disebabkan oleh persediaan yang cukup dan sistem pengendalian bahan baku
yang cukup baik dilakukan oleh pemilik usaha agar usaha yang mereka dirikan
tetap berjalan.
3.
Pengendalian Tenaga Kerja
Tenaga
kerja sangat penting dalam kegiatan produksi, dan tenaga kerja langsung yang
produktif akan membantu seluruh jalannya kegiatan perusahaan sehingga semua
kegiatan usaha itu berjalan dengan baik dan efektif serta akan memberikan
keuntungan tambahan bagi usaha itu sendiri.
Dalam
pelaksanaan kegiatan produksi “Inez Cosmetic” ini lumayan banyak karyawan yang
terlibat dalam pembuatan inez. Usaha ini melibatkan banyak karyawan yakni
pemilik usaha itu sendiri. Dan karyawannya itu dibagi atas berbagai kerjaan,
Jadi dalam usaha ini ada sistem pengendalian tenaga kerja yang baik dari
pemilik usaha tersebut.
4.
Pengendalian Kualitas
Pengertian
Kualitas
Karakteristik
lingkungan dunia usaha saat ini ditandai oleh perkembangan yang cepat di
segala bidang yang menuntut kepiawaian manajemen dalam mengantisipasi setup
perubahan yang terjadi dalam aktivitas ekonomi dunia. Ada tiga ciri gambaran
perubahan yang banyak didengungkan untuk menghadapi lingkungan tersebut, yaitu
kesementaraan, keanekaragaman, dan kebaruan. Kesementaraan antara lain
ditunjukkan dengan semakin pendeknya umur suatu produk yang bukan disebabkan
tidak berfungsinya produk tersebut secara teknis tetapi karena sudah
ketinggalan jaman dengan adanya perkembangan teknologi, perubahan selera
konsumen dan perubahan corak persaingan. Keanekaragaman terlihat dengan semakin
banyaknya jenis produk yang beredar di pasar yang tidak terbatas pada
consumer’s goods tetapi juga pada jenis teknologi yang ditawarkan. Selain itu,
produsen maupun pelanggan secara umum, sering dihadapkan pada halhal baru yang
tidak pernah bayangkan sebelumnya, teknologi baru, ilmu pengetahuan baru,
produk dan jasa baru, gaya hidup baru, harapan-harapan baru, dan sebagainya.
perubahan-perubahan yang cepat dalam era
globalisasi saat ini akan membawa implikasi pada pengelolaan ekonomi nasional
maupun operasi dunia usaha sebagai pelaku kegiatan ekonomi. Perubahan itu
sendiri memang mengandung risiko karena ada kemungkinan keadaan yang diharapkan
tidak dapat tercapai. Namun tidak jarang adanya kondisi yang tidak berubah atau
terlambat berubah juga besar risikonya, bahkan lebih besar daripada risiko
perubahan. Oleh karena itu, semakin banyak perusahaan telah mengubah
strateginya dari perusahaan yang berusaha menguasai sumber daya dalam negeri
untuk menguasai pasar domestik ke perusahaan yang berusaha menemukan kombinasi
optimal dari sumber daya lokal dan luar negeri untuk dapat bersaing baik di
pasar domestik maupun pasar luar negeri. Dalam kondisi yang seperti ini, hanya
produk dan jasa yang berkualitaslah yang akan memenangkan persaingan dan
mempertahankan posisinya di pasar. Keberadaan produk dan jasa lokal dan
nasional di suatu negara tidak akan luput dari tuntutan persaingan di samping
juga mempunyai peluang untuk berkembang menjadi produk global dan membanjiri
pasar lokal negara lainnya, sejauh persyaratan yang dituntut oleh pasar
dipenuhinya.
Sementara
itu, untuk menjaga konsistensi kualitas produk dan jasa yang dihasilkan dan
sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar, perlu dilakukan pengendalian kualitas (quality
control) atas aktivitas proses yang dijalani. Dari pengendalian kualitas
yang berdasarkan inspeksi dengan penerimaan produk yang memenuhi syarat dan
penolakan yang tidak memenuhi syarat sehingga banyak bahan, tenaga, dan waktu
yang terbuang, muncul pemikiran untuk menciptakan sistem yang dapat mencegah
timbulnya masalah mengenai kualitas agar kesalahan yang pernah terjadi tidak
terulang lagi.
Menjaga
kualitas produk sangat penting bagi sebuah usaha untuk meningkatkan atau bahkan
mempertahankan kelangsungan sebuah usaha yang mereka dirikan. Memproduksi
produk tanpa mengamati dan mempertahankan kualitas hasil produksi yang menjadi
standar dalam usaha mereka, maka akan berakibat pada kelangsungan usaha mereka
itu sendiri di masa yang akan datang.
Disamping
dengan akan bermunculannya usaha-usaha sejenis yang mungkin menawarkan kualitas
produk yang lebih baik. Maka usaha “Inez Cosmetic” ini sangat memperhatikan
pengendalian kualitas inez, produksi inez ini dari dulu tidak berubah mungkin
berubah hanya dalam kemasannya atau bungkusnya agar hasil produksinya memuaskan
sehingga tingkat kepercayaan konsumen pada produk Inez ini sangat bagus atau
tinggi dan tingkat penjualannya menjadi tinggi dan pembeli akhirnya tidak
berpindah hati pada produksi-produksi yang lain.
C. SISTEM
INFORMASI PRODUKSI
Sistem informasi
produksi merupakan sistem yang saling terhubungan untuk mengkonversikan input
menjadi output yang berupa barang atau jasa. Seluruh sistem saling terpadu,
terkait, dan menyatu untuk mentransformasikan masukan menjadi keluaran yang
sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Dalam
kegiatan produksi sebuah usaha, semua kegiatan perusahaan tersebut merupakan
kegiatan yang saling berhubungan antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya.
Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan dalam perusahaan ini akan semakin baik
apabila didukung dengan sarana dan sistem informasi yang memadai, sehingga
kesulitan dari salah satu bagian dalam perusahaan akan dapat segera diketahui
oleh bagian yang lain, sehingga dapat diadakan usaha yang lebih dini untuk
mengatasi kesulitan akan timbul akibat adanya gangguan pelaksanaan dari salah
satu bagian dalam perusahaan tersebut.
Tujuan
Sistem Informasi Produksi:
· Bermanfaat untuk merencanakan,
mengawasi dan mengotrol proses produksi agar lebih optimal
· Mengawasi efisiensi proses produk
agar menghasilkan produk yang memiliki mutu tinggi
· Menghemat biaya dan bahan produksi
· Menghasilkan produk yang sesuai
dengan kebutuhan konsumen
Pada era
globalisasi saat ini, komputer adalah salah satu pendukung dalam kemajuan
sebuah usaha. Salah satunya adalah bidang produksi barang. Fungsi yang sangat
mempengaruhi dalam bidang poduksi adalah menghitung harga pokok produksi.
Kesalahan dalam memperhitungkan harga pokok
produksi akan berpengaruh terhadap produksi karena besarnya harga pokok
produksi akan mempengaruhi harga jual suatu produk di pasaran. Fungsi lain yang
tidak kalah pentingnya dalam bidang produksi adalah kontrol produksi. Proses
produksi suatu barang melewati banyak tahapan produksi mulai bahan mentang
menjadi barang jadi. Dari semua operasional produksi tersebut harus diawasi
secara teliti karena kesalahan sedikit saja akan berdampak besar bagi sebuah
perusahaan.
1.Produksi
atas dasar Pesanan
Berproduksi
atas dasar pesanan ini dilakukan berdasarkan pesanan yang masuk dari pelanggan.
Semua informasi dari pesanan yang masuk sampai dengan pelaksanaan produksi
dalam usaha ini diatur dengan sistem yang tepat, sehingga semua bagian yang
terlibat dengan pesanan tersebut dapat diketahui dengan pasti dan tepat serta
dalam waktu yang cepat pula. Dalam usaha“Inez Cosmetic” ini pemilik usaha
menerapkan sistem produksi atas dasar pesanan dengan contoh sebagai berikut :
Pembeli atau Konsumen memesan Inez via telephone atau datang langsung ke lokasi
atau tempat pembuatan Inez, kemudian karyawan yang ada akan mencatat jumlah
pesanan.pesanan tersebut akan diantar kepada pemesan atau akan di ambil sendiri
oleh pemesan tadi sesuai dengan kesepakatan antara pemesan dan karyawan pada
saat proses pemesanan berlangsung.
BAB IV
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Dari
penjelasan dan pembahasan materi yang telah disampaikan diatas dapat
disimpulkan bahwa Inez Cosmetic sudah menjalankan manajemen operasionalnya
dengan cukup baik, dengan melakukan beberapa manajemen seperti perencanaan
sistem produksi, sistem pengendalian produksi dan sitem informasi produksi yang
baik pula.
Usaha
“Inez Cosmetic” ini juga menjual kepada para konsumennya dengan harga
terjangkau yang bisa dibeli. Usaha “Inez Cosmetic ” ini telah menjalankan
usahanya selama bertahun-tahun tanpa mengalami kendala yang sangat berarti.
Baik dari segi pesaing maupun kendala dari lingkungan disekitar lokasi produksi
itu berdiri.
B.SARAN
Di
era persaingan bisnis yang sangat cepat akhir-akhir ini Usaha “Inez Cosmetic”
ini sangat perlu menjaga kualitas mutu dan standar produksinya dengan baik agar
pelanggan atau konsumen produk “Inez Cosmetic” ini tidak berpindah ke tempat
produksi lainnya. Supaya usaha ini tetap bertahan dan terus memajukan usahanya
walaupun banyak pesaing-pesaing lainnya.
DAFTAR
PUSTAKA
·
Kotler
Philip.”Manajemen Pemasaran”. Edisi millennium. Cetakan pertama. Penerbit
Indeks. Jakarta.
·
Manajemen Operasional 1
·
Pemilik Usaha“Inez
Cosmetic” PTKOSMETIKATAMA SUPER INDAH
·
Porter
E. Michael.1997.”Strategi bersaing: Tekhnik menganalisis industri dan pesaing”.
Penerbit Erlangga. Jakarta.
The Best Gambling Sites for Blackjack and Roulette
BalasHapusBlackjack is one of 슈어 벳 the most popular gambling 서귀포 출장샵 games, and the most loved by players because it's played with the 군포 출장샵 same 경산 출장샵 deck of cards and players 서귀포 출장마사지